Rindu Alam - Sederhana Gadog
Gak perlu dijelasin semua tau seperti apa route ini...track favorit bagi genjoters, kebetulan pula di track ini kami (Lankgar - Cempaka Baru Cycling Community) sukses melewatinya, kami tidak memilih lewat "Ngehe 2", cukup "Ngehe 1" saja....cuma kok agak lambat yach tripnya..banyak istirahat dan banyak masalah di sepeda-sepeda kami...Si Fortress pun speleng rim belakangnya.....
Rindu Alam 2
Bersama Om Awan, Om Agung & Om John..Kok lupa yach..nyasar dah di atas gunung mas...keluar jalan aspal jalur evakuasi dan masuk kembali ke gunung mas via aspal...naik lagi dan muter counter clock wise jalur "Ngehe minus1" ada yang bilang namanay "Ngehe 0"...kalau ikutin searah jarum jam nanjaknya gak lama tapi turunnya jalur berbatu ciri khas kebun teh..tapi kalau counter closckwise maka turunnya jalan tanah bisa ngebutzzzz tapi sebentar... Setelah ketawa-keriwi di atas gunung mas..akhirnya lewat aspal untuk kembali ke villa di seputar taman safari
Jalur Pipa Gas - Si Kumis muterin kuburan 2 kali hiiiiiiii seremmm
Ahhhh....gila si Dudi "Bajaj" Dominate...cari eskrim di sini..mau cari extreem apa ice cream ?? gak jelas.. tapi ada kejadian yang MENAKUTKAN....saat di daerah perkuburan keluarga(entah keluarga siapa), yang sekelilingnya banyak ilalang, Si Kumis Atik tercecer dibelakang tepatnya disekitar kuburan itu, sekitar 20 menit baru tuh si Kumis nongol..usut punya usut kenapa nia terlambat ternyata..dia merasa dipanggil oleh Gue yang bilang "Miss..tulungin gue gue jatoohh " dan si kumis melihat kekanan sepintas melihat sepeda merah gue nyungsep..padahal waktu itu dia berdiri dipertigaan, sedangkan gue sudah menyusulnya dan belok kiri bukan kanan...semua orang yang ada dibelakng gue gak ada yang liat Si Kumis belok kanan...katanya lagi neehh si Kumis mendekati penampakan sepeda merah nyungsep itu..ternyata gak ada apa..lalau dia muter2 di situ..dan mau keluar dari situ muter lagi sampe 2 kali..untunya dia sadar ada yang gak beres...setelah Istigfar, akhirnya belokan yang kekiri tadi dimana sebelumnya gak terlihat sama Si Kumis menjadi nyata dan keluarlah dia dengan selamat..(ini ceritanya si Kumis lhoooo)...
Sentul - Pondok Pemburu - Cimandala...(belok kanan jadi jalur kerja rodi)
Lagi-lagi gue gak bahas bagaimana kondisi tracknya..semua orang sudah jelas. The Lankgar memulainya dari Taman Budaya Sentul..gowes nanjak, istirahat, nanjak, istirahat, nanjak..Yang tumbang pertama walaupun gengsi untuk di evakuasi Bro RT Toto..dominatenya sempet gue tuntun pake tangan kiri tangan kanan tuntun fortress gue...ehhh ujug-ujug Ahau "Jin Folker" tiba-tiba meluncur pake Ojek..sementara Bladenya di dorong/gowes sama Jockey tanjakan alias anak2 kampung...satu persatu mulai tumbang di tanjakan tanpa ujung ini..menjelang Cikoneng lewatlah "racun" mobil Pickup dan serentak The Lankgar berebutan naikin sepeda...sampe2 Budi "Scott" rela ditarik pake tambang seperi kebo sawah...Tinggal gue dengan sabar terus genjot nanjak sampe perigaan yang menuju Air terjun....The Lankgar sedang nongkrong....
Entah memang sudah rencana dari awal atau tidak...The Lankgar CB Cycling Community menuju curug di Cikoneng itu(apa namanya nih curug gue lupa)...walaupun sebenarnya tidak genjotable maju terussss, lewat pematang sawah..yang menyebabkan Pak RT Toto menyerah pada rayuan Bike Jockey untuk TTB sepedanya, 5rb melayang dah uangnya Pak RT.Narsis-narsis di Curug sambil liat air terjun, ada yang makan Indomie, Kopi, Teteh manis(maksutnya teh manis yang dijual teteh)..gue sendiri cukup irit makannya karna gue sadar bahwa gue lagi agak2 mencret(sudah disumpel pake Diapet..jadi teringat Nurul Arifin)..dan gue pun sadar karena nanjaknya masih panjang..yang penting minum terus apa pun gue minum....termasuk air mentah yang turun dari pancuran beberapa ratus menjelang Pondok Pemburu....
Acara nanjak di aspal di batalkan dengan menyerahkan tanggung jawab kepada 3 mobil Pickup (kami semua ada 17 orang)..sampai di medan offroad menuju Pondok Pemburu, diawali dengan genjot santai hanya beberapa ratus meter..selebihnya memaksa kita TTB..dan tumbang lagi Pak RT Toto..tapi salutnya dia tidak mau di evakuasi lho...tipis bedanya antara gengsi dan mental baja.Istirahat sejenak di Pondok Pemburu sambil mengisi botol2 dengan air matang yang sebelumnya diisi dengan air mentah dari mata air...kita turu ke arah Cimandala...Si Pemandu jalan Om Temon ada dibelakang untuk "menuntun" Pak RT(yang masih juga belom nyerah), alhasil karena pemandunya ada di belakang jadilah kita SALAH PILIH JALUR...kesalahan ini terjadi disaat kita bertemu "Jalan Putus" menurut Temon seharunya kita gotong Sepeda dan akan ketemu lagi sambungan jalan putusnya beberapa ratus meter di depan..tetapi kita malah belok kanan(dipengaruhi penduduk sekitar pula seehhh)..lewat single track sempit..awalnya dimanjakan dengan single track tetapi belakang diketahui jalurnya tidak genjotable....ajara genjot berubah menjadi acara Hiking dengan memanggul sepeda...
Gila..gila..gilaa mau balik lagi menanjak, mau turun harus TTB terus...gue sempet jatuh 2 kali 1 karena kehilangan momentum di lumpur..sambil di sambut tawa Firly...yang ke dua saat ban depan masuk obstacle berupa jalur jalan air..mau keluar dari palung tetapi yang berputar hanya handle bar saja bannya masih tetap lurus..sempat turun sebentar kaki menginjak bumi, tetapi karena cukup curam maka ban belakang terangkat mau lompat ke depan paha nyangkut di handlebar..akhirnya nyungsep ke kanan disusul fortress yang menimpa kaki sementara di depan mata jurang menganga...untung kaki gue tertahan fortress..lagi-lagi Firly tertawa sambil mencari kamera di dalam tas mau buat bukti "kejatuhan" gue..tapi dia tidak tega karna gue gak bisa bangun tertimpa fortress.Gila--gila..gila sampe malem masih di hutan pinus....gak terlihat jalan..tidak ada yang bawa Led/lampu sepeda...untungnya 3 orang di depan (Dudi, H.Siregar, H Asnel) sampe duluan di perkampungan dan mengirim "untusan" orang kampung yang bawa senter......
DI akhir acara.......Pak RT Toto bilang : " Gak lagi gue maen sepeda di Gunung "...mudah2an cuma kapok sambel....


Tidak ada komentar:
Posting Komentar